ARTIKEL
Rehabilitasi Irigasi Tersier Dermasari: Efisiensi Air, Naiknya IP Padi, dan Dampaknya pada Pendapatan Petani
Salah satu isu klasik pertanian di Dermasari adalah distribusi air yang tidak merata di lahan sawah, terutama pada musim kemarau. Rehabilitasi jaringan irigasi tersier menjadi fokus strategis: memperbaiki saluran yang bocor, mengganti beberapa titik konstruksi dengan beton pracetak yang lebih tahan, dan memasang pintu air sederhana yang mudah dioperasikan petani. Dengan efisiensi air meningkat, Indeks Pertanaman (IP) diharapkan naik—dari hanya satu kali tanam padi menjadi dua bahkan tiga kali (dengan kombinasi palawija atau hortikultura pendek umur).
Proyek ini dirancang partisipatif: kelompok tani terlibat sejak survei lapangan, perencanaan teknis sederhana, hingga pengawasan fisik dan serah terima hasil pekerjaan. Di sisi hilir, pemerintah desa mendorong pembentukan unit operasi dan pemeliharaan (O&P) irigasi yang beranggotakan petani tiap blok sawah. Unit ini berfungsi menjadwalkan giliran air, melakukan pembersihan berkala, dan mengumpulkan iuran ringan untuk kas perawatan. Dampak ekonominya diharapkan signifikan: produktivitas padi meningkat, biaya pompanisasi turun, dan kerentanan gagal panen akibat kekeringan dapat ditekan. Dalam jangka panjang, sistem irigasi yang sehat adalah fondasi kemandirian pangan desa.